Saya punya pengalaman yang agak buruk di suatu terminal di Jawa Tengah. Pengalaman dengan pedagang-pedagang yang menawarkan barang dagangannya dengan agak memaksa dan menjual kemelaratannya. Sebenarnya saya pun tidak tahu sebenarnya pedagang itu benar-benar melarat atau hanya ingin memancing rasa kasihan saja. Pada akhirnya pun saya membeli dagangan pedagang itu. Entah dari mana datangnya, seorang pedagang lain datang dengan modus yang sama. Dengan susah payah saya menolaknya. Saya kuras isi otak untuk sebisa mungkin menggunakan bahasa Jawa, yang sebenarnya bahasa dari kedua orang tua saya , tapi karena jarang sekali saya gunakan jadi sangat sulit mempraktikkannya. Saya mengerti yang mereka ucapkan dan saya sebenarnya tahu yang harus saya katakan dalam bahasa Jawa. Itu semua hanya melayang-layang di kepala tanpa bisa saya ucapkan dengan lancar. Kelu rasanya lidah ini untuk mengucapkannya. Sial. Akhirnya saya bulatkan tekad untuk menolak tawaran daganan mereka walaupun akting me...
Di mata kita ada lensa yang membalikkan posisi benda,
tapi otak kita selalu mampu menormalkannya kembali.