Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label esai

Phonebloks - Ponsel Antigengsi

Telepon seluler (ponsel) dari hari ke hari semakin canggih. Teknologi yang disematkan ke dalam perangkat komunikasi portable ini pun semakin bervariasi dan semakin memudahkan aktivitas manusia. Mungkin pencipta telepon genggam pun tidak pernah membayangkan benda ciptaannya bisa dikembangkan hingga secanggih seperti sekarang ini. Sebuah anomali yang terjadi dari perkembangan telepon genggam adalah harga dari sebuah telepon genggam. Ketika pertama kali diciptakan, harga telepon genggam masih sangatlah mahal. Hanya orang-orang kaya yang dapat membeli telepon genggam. Sehingga telepon genggam dapat menjadi indikator kekayaan. Padahal fitur yang ada hanyalah kemampuan telepon nirkabel yang dapat dibawa ke mana-mana. Atau paling canggih adalah kemampuan pesan singkat yang masih sangat singkat. Bentuk dari telepon genggam pun masih sangat besar dan berat. Salah seorang artis, di sebuah acara bincang-bincang di televisi, menceritakan bahwa dia pernah memiliki telepon genggam sebes...

Kliwon

Indonesia memiliki banyak sekali suku. Beberapa sumber menyebutkan bahwa suku bangsa di Indonesia berjumlah 1.340 suku. Salah satu suku itu adalah suku Jawa. Sebenarnya suku Jawa juga dibagi lagi ke beberapa subsuku, hanya saja aku belum menemukan referensi yang tepat mengenai jumlah pastinya. Seperti suku-suku di Indonesia, suku Jawa memiliki budaya yang unik, salah satunya mengenai kepercayaan. Suku Jawa percaya bahwa kejadian-kejadian dalam hidup manusia berkaitan dengan tanggal lahirnya. Lebih spesifik, kepercayaan itu dikenal dengan istilah wetonan. Sedangkan wetonan memiliki kata dasar weton. Weton merupakan gabungan antara hari dalam penanggalan masehi dengan hari dalam penanggalan Jawa. Dalam sistem penanggalan masehi terdapat 7 (tujuh) hari dalam satu minggu: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Sedangkan dalam penanggalan Jawa, satu minggu hanya memiliki 5 (lima) hari: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Yang dimaksud penggabungan hari dalam weton adala...

Bumi (tidak) Punya Masa Depan

Hari ini, Senin, 22 April 2013, diperingati Hari Bumi. Hari untuk mengingatkan bahwa kita hidup memerlukan tempat berpijak. Tempat melakukan segala aktivitas: bermain, bekerja, makan, berkeluarga, dan masih banyak lagi. Kita hidup di bumi. Bumilah yang memberikan kita hidup. Kita berhutang budi sangat banyak kepada bumi. Bumi telah memberikan segalanya untuk kita. Air, tanah, udara, dan mineral-mineral penting yang terkandung di dalam perutnya. Bumi memunculkan pepohonan yang menciptakan oksigen dan keteduhan bagi kita. Bisa kita nikmati dan ambil sesuka kita. Bumi begitu baik kepada kita. Mungkin bumilah makhluk yang paling ikhlas di dunia. Bumi begitu pasrah ketika kita mengambil bagian-bagian tubuhnya. Bumi pasrah ketika kita melubangi tubuhnya dan menciptakan lubang-lubang tak beraturan. Bumi pasrah ketika kita menggunduli hutannya. Bumi pasrah ketika kita mencoba mengubah arah aliran sungainya bahkan membelah gunung-gunungnya. Bumi pasrah ketika kita membenamkan beton-...

Bahasa Bapak

Saya melihat segelas teh tubruk yang sudah mulai kehilangan kalornya. Itu teh buatan ibu saya untuk bapak saya. Belum diminum sedikit pun karena tidak seperti biasanya sampai jam 7 malam bapak saya belum juga pulang. Ibu saya memang perhatian. Selalu menyiapkan teh untuk menyambut bapak saya pulang. Bahagia betul bapak saya dapat istri seperti ibu saya. Tiba-tiba saya terpikirkan, saya masih muda, belum menikah. Jodoh pun belum ada bayangan. Seketika saya membayangkan sudah menjadi seorang bapak yang mempunyai anak usia belasan. Dalam bayangan saya, dia bertanya, "Ayah, kalo ayah aku panggil Bokap boleh gak?" Anak saya nampaknya jauh lebih "gaul" daripada saya kelak. Berani juga bertanya seperti itu, sebab saya saat ini agak canggung bertanya hal-hal yang tidak serius seperti itu. "Boleh dong." "Kalo aku panggil Papa?" "Gak boleh!" "Lho, kenapa, Yah?" "Kamu boleh panggil Ayah bokap, bapak, ayah, babe, atau bapake, tapi ...

Bahagia Indonesia

Apakah Anda orang Indonesia? Pernahkah Anda membenci Indonesia? Pernahkah Anda merasa ingin berpindah kewarganegaraan? Pernahkah Anda jengah dengan dinamika yang ada di Indonesia? Pernahkah Anda merasa hina karena terlahir sebagai Indonesia? Seringkah Anda memimpikan Indonesia menjadi seindah negara lain? Pernahkah Anda berpikir Indonesia adalah negara yang buruk, penuh dengan masalah di segala aspek yang terus muncul tak berujung? Apakah Anda tidak bahagia menjadi seorang Indonesia? Jika jawaban Anda iya, Anda sebaiknya bertanya kepada diri Anda sendiri, apakah bahagia itu? Berapa persenkah Indonesia yang telah Anda jelajahi? Karena Anda berada di golongan 9% orang Indonesia. Sementara 91% lainnya merasa bahagia berada dan menjadi Indonesia. Dua lembaga survei internasional merilis hasil surveinya terhadap tingkat kebahagiaan masyarakat Indonesia, yaitu Asiabus  dan Ipsos Global Advisor . Keduanya mendapatkan hasil survei yang mengejutkan. Sama-sama mendapat hasil bahw...