Langsung ke konten utama

Postingan

Perjalanan Singkat ke Pulau Pramuka

Ini ada sekuel lanjutan dari "Muara (B)Angke" di postingan yang lalu. Di sekuel sebelumnya gua gagal menyeberang karena kebodohan yang amat bodoh. Gagal total a.k.a gatot. Pelajaran amat berharga gua dapet: kalo mau jalan harus pake perencanaan. Emang dasar odong aja si, kebiasaan main asal jalan aja. Mungkin pelajaran itu hanya bertahan beberapa hari. Nggak ada penyesalan juga gara-gara kebodohan itu. Tanggal 30 Desember 2012 dipilih sebagai tanggal eksekusi. Gua berangkat cuma berdua, cuma sama Galih soalnya si Anu udah bilang gak mau ikut lagi, kapok. Kenapa gua berdua ama Galih mulu ya? Eits, kita normal lho, seenggaknya menurut kita. Kapal berangkat jam7 makanya gua ama Galih janjian berangkat dari rumah jam5 pagi. Lumayan jauh soalnya dari Pasar Rebo ke Ancol. Jarang-jarang bangun sepagi itu pas hari libur. Ternyata bisa juga bangun jam segitu. Agak ragu gua tadinya. Daripada nyampe sono udah gak ada kapal. Belom berapa jauh Galih ngomong, "Bud, yakin ada pe...

Wanita

Wanita dijajah pria sejak dulu Dijadikan perhiasan sangkar madu Itulah sebagian lirik lagu "Sabda Alam" yang dipopulerkan oleh Alm. Chrisye dan dinyanyikan ulang oleh White Shoes and The Couples Company dengan aransemen yanglebih enerjik. Tapi saya tidak menilik dari sisi musikalitasnya, melainkan liriknya. Kita samakan persepsi terlebih dahulu. Yang saya maksud wanita itu sama dengan perempuan, cewek, dan sebagainya. Kaum Hawa. Dalam lirik itu, wanita digambarkan sebagai makhluk yang lemah. Selalu menurut apa kata Pria-nya. Lagu ini memang termasuk lagu lawas dengan latar waktu jaman lawas, entah kapan. Meskipun demikian, hal tersebut masih terjadi sampai sekarang. Mungkin memang kodrat wanita demikian. Sang pria yang mencari nafkah, sementara sang wanita mengurus urusan rumah tangga. Sampai muncul istilah kalau wanita itu mengurusi dapur, sumur, dan kasur. Setelah jaman emansipasi pun masih banyak yang berpendapat bahwa wanita tidak selayaknya bekerja, tetapi sebaiknya...

Statue

kukira rasaku tlah mati menutup rapat untuk segala hati tak hiraukan setiap ketukan sekalipun mahadahsyatnya dengan sentuhan lembutmu tanpa kata darimu kau buka pintu hati ini hembuskan kesejukan yang lama tak kurasakan runtuhkan dinding-dinding beku yang mengurung membawaku terbang ke langit tanpa lapisan tenang rasaku hilang muramku tetaplah begitu tanpa batas waktu

The Sadgenic

Apa yang pertama kita pikirkan ketika mendengar kata puisi? Indah, anggun, luar biasa, menyentuh, atau bahkan tidak mengerti apa maksudnya? Saya bukan orang sastra, saya juga tidak paham sastra. Akan lebih mudah mengerti fisika ketimbang sastra. Mungkin ketika mempelajari fisika, terlihat begitu rumit dengan segala gambar, grafik, rumus, sampai variabel-variabelnya. pusing rasanya. Tapi tahukah kita bahwa sesungguhnya itu mudah ketika kita, bagi yang bukan orang sastra, mempelajari sastra. Terutama puisi. Saya sudah mencoba membuat puisi, memulai inspirasi dari apa yang sedang saya pikirkan saat itu. Saya pikirkan, saya buat, saya susun. awalnya saya pikir itu mudah, hanya merangkai kata. sebab setahu saya, saya laki-laki, laki-laki itu menurut saya secara alami memiliki bakat "nggombal" sehingga bisa dengan mudah membuat puisi yang indah, yang dapat meluluhkan hati wanita pujaan. sampai suatu saat saya melakukan travelling dengan teman sekantor saya: Galih (@galihrakas), ...

#7HariMenulis

Senang sekali rasanya ada teman-teman yang begitu senang menulis. Mereka sering mengadakan acara menulis bersama-sama. Salah satunya yang sukses adalah #saujana. Acara lomba menulis cerpen yang diadakan secara internal di kalangan alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara yang sedang magang di Direktorat Jenderal Pajak. Ternyata pemenang lomba ini teman saya yang sering saya sebutkan namanya di blog ini, Galih (@galihrakas) -__-. Itu hal yang wajar karena memang tulisannya bagus dan dia juga yang mendorong saya membuat blog ini. Acara menulis ini memang tadinya ditujukan untuk acara internal, tapi karena ini bukan lomba dan hanya ditujukan untuk bersenang-senang, tidak ada salahnya saya mengajak teman-teman sekalian untuk mengikuti kegiatan bersenang-senang ini. Adapun ketentuannya sebagai berikut. 1. #7HariMenulis akan diselenggarakan mulai hari Kamis, 31 Januari 2012, dan berakhir pada hari Rabu, 6 Februari 2013. Kenapa harus dimulai tanggal segitu? Karena kalau tidak tanggal segitu,...

Fenomena Macet dan Solusinya

Di Jakarta, macet adalah hal yang lumrah terjadi. Kapanpun macet, di manapun macet. Dari jalan besar hingga gang kecil macet. Hari kerja dan hari libur macet. Seakan tidak ada hari dan jalan yang tidak macet. Kemacetan di Jakarta memang sudah sangat parah. Warga Jakarta (asli Jakarta, pendatang, dan yang melaju) sudah akrab dan bosan dengan kemacetan. Berangkat pagi tak berdampak. Pulang jam 9 malampun jalanan masih padat, terutama akhir pekan. Sampai ada ungkapan "tua di jalan", menyedihkan memang. Tapi, apakah sebenarnya penyebabnya? Sederhana saja, jalan yang sudah tidak cukup untuk menampung kendaraan yang berlalu lintas. Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikannya. Mulai dari membangun jalan, memperbaiki transportasi umum, hingga memberlakukan 3in1 (3orang dalam 1mobil) di beberapa ruas jalan. Dalam waktu dekat akan diberlakukan penggiliran kendaraan yang boleh melintas berdasarkan ganjil-genap plat nomor kendaraan. Hasilnya? Seperti yang kita...