Langsung ke konten utama

Postingan

Menerangi Tambal Ban

Hari ini, Jumat, 8 Maret 2013. Berangkat pagi seperti biasa, pukul 6 pagi. Dengan memboncengi adik bungsu saya yang hendak bersekolah. Saya tancap gas. Masih beberapa puluh meter dari rumah, jalan mulai menanjak. Memang rute setiap hari yang saya lalui. Yang berbeda adalah rasa "membuang" pada ban belakang sehingga motor pun goyang. Tentu saja bukan goyang seperti penyanyi-penyanyi dangdut. Pasti ban belakang bocor, kata saya dalam hati. Kemudian saya berhenti, untuk memastikannya. "Al, liatin bannya, kayaknya bocor deh," kata saya kepada Alfi, adik saya. "Iya mas, bocor," jawab Alfi sambil menunjukkan ban belakang sudah kehabisan udara. "Terus gua gimana, Mas? Udah mau telat ke sekolah ini." "Iye, gua telpon bapak deh." "Ngapain?" "Ya nganterin elu sekola, masa gua suruh nyuci baju?" Segera saya telpon bapak saya dan bapak saya pun segera menyanggupi untuk mengantarkan adik saya sekolah. Bapak saya memang luar b...

Blogiveaway - Another Me

Dikabarin ada lomba tulis-menulis dari http://tom-kuu.blogspot.com (TomKuu - TK). Tertarik. Tapi agak down juga ketika tahu yang dilombakan tulisan yang berbau review  karena saya masih baru dalam dunia tulis-menulis dan kebanyakan tulisan saya adalah isi kepala saya yang tidak me review sesuatu. Lihat-lihat lagi arsip blog yang ternyata baru dimulai bulan Februari tahun ini, ternyata tulisan saya hanya esai biasa dan tulisan saya yang bisa di srempet-srempet in sebagai review hanya saya temukan hanya 3. Saya mencoba membuat tulisan review baru, tapi ternyata kesibukan saya di kantor menghilangkan inspirasi saya untuk me review sesuatu. Mungkin dalam waktu dekat ini belum bisa menambah tulisan lagi. Semoga tulisan-tulisan ini berkenan, walaupun hanya tulisan pemula yang masih belepotan dan masih perlu banyak belajar. Jika tidak berkenan, tulisan ini tidak perlu dimuat, tapi tolong beri saya saran di setiap tulisan saya yang saya ikutkan untuk meningkatkan semangat saya sek...

Kata Orang Kita Beda

kata orang kita beda bagai langit dan bumi tapi bukankah burung dapat menggapai langit? kata orang kita beda bagai hitam dan putih tapi bukankah zebra tampak cantik dan indah? kata orang kita beda bagai pahit dan manis tapi bukankah secangkir kopi memiliki keduanya? kata orang kita beda bagai air dan minyak tapi bukankah sabun dapat melarutkan keduanya? kata orang kita beda tapi tidak ada yang dapat memisahkan kita

Bahasa Bapak

Saya melihat segelas teh tubruk yang sudah mulai kehilangan kalornya. Itu teh buatan ibu saya untuk bapak saya. Belum diminum sedikit pun karena tidak seperti biasanya sampai jam 7 malam bapak saya belum juga pulang. Ibu saya memang perhatian. Selalu menyiapkan teh untuk menyambut bapak saya pulang. Bahagia betul bapak saya dapat istri seperti ibu saya. Tiba-tiba saya terpikirkan, saya masih muda, belum menikah. Jodoh pun belum ada bayangan. Seketika saya membayangkan sudah menjadi seorang bapak yang mempunyai anak usia belasan. Dalam bayangan saya, dia bertanya, "Ayah, kalo ayah aku panggil Bokap boleh gak?" Anak saya nampaknya jauh lebih "gaul" daripada saya kelak. Berani juga bertanya seperti itu, sebab saya saat ini agak canggung bertanya hal-hal yang tidak serius seperti itu. "Boleh dong." "Kalo aku panggil Papa?" "Gak boleh!" "Lho, kenapa, Yah?" "Kamu boleh panggil Ayah bokap, bapak, ayah, babe, atau bapake, tapi ...

Bahagia Indonesia

Apakah Anda orang Indonesia? Pernahkah Anda membenci Indonesia? Pernahkah Anda merasa ingin berpindah kewarganegaraan? Pernahkah Anda jengah dengan dinamika yang ada di Indonesia? Pernahkah Anda merasa hina karena terlahir sebagai Indonesia? Seringkah Anda memimpikan Indonesia menjadi seindah negara lain? Pernahkah Anda berpikir Indonesia adalah negara yang buruk, penuh dengan masalah di segala aspek yang terus muncul tak berujung? Apakah Anda tidak bahagia menjadi seorang Indonesia? Jika jawaban Anda iya, Anda sebaiknya bertanya kepada diri Anda sendiri, apakah bahagia itu? Berapa persenkah Indonesia yang telah Anda jelajahi? Karena Anda berada di golongan 9% orang Indonesia. Sementara 91% lainnya merasa bahagia berada dan menjadi Indonesia. Dua lembaga survei internasional merilis hasil surveinya terhadap tingkat kebahagiaan masyarakat Indonesia, yaitu Asiabus  dan Ipsos Global Advisor . Keduanya mendapatkan hasil survei yang mengejutkan. Sama-sama mendapat hasil bahw...

Panglima Betina

Kamu tahu hati ini kuat Telah aku bangun benteng berlapis-lapis untuk melindunginya Memang ada sedikit lubang di sana Tapi telah aku susun lagi batanya Aku gunakan bata terkuat Dan kurekatkan dengan ramuan putih telur nenek moyang Aku harap itu akan kuat hingga ribuan tahun Kamu ini apa? Hanya perempuan biasa yang tidak binaraga Tapi kamu panglima perang Kamu pintar Kamu serang bagian terlemah bentengku Di saat aku lengah Dalam sekejapan mata telah kamu runtuhkan benteng yang susah payah aku bangun Aku kalah Dalam sekejapan mata juga, kamu kuasai hatiku Merajainya dan tinggal tentram di dalamnya

Musik Kotak-kotak

Musik, dengan definisi yang kubuat sendiri, adalah rangkaian nada-nada yang dinamis dengan tempo tertentu yang dihasilkan dari alat atau instrumen. Musik dapat dimainkan oleh satu orang atau dalam grup. Musik memiliki berbagai macam jenis atau aliran. Di antaranya, pop, dangdut, jazz, rock, campur sari, keroncong, reggae, rebana, tradisional, dan masih banyak lagi. Tiap-tiap aliran musik memiliki keunikan masing-masing. Mulai dari alat musik, nada dasar, tempo hingga lirik dan bahasanya. Semua aliran musik itu indah berkat keunikannya. Keunikan dari masing-masing musik itulah yang membuat setiap aliran musik memiliki penggemarnya masing-masing. Tak sedikit pula yang menjadi penggemar fanatik dari aliran musik tertentu sehingga hanya aliran musik itulah yang didengarkan bahkan sampai ke individu atau grup musik tertentu saja.