Langsung ke konten utama

Postingan

Manado (1)

Kota Manado, salah satu kota yang ingin aku kunjungi. Bukan karena magnet Bunakennya, melainkan entah apa. Aku pun tidak tahu. Hanya penasaran. Aku bukan traveler. Bukan juga backpacker. Hanya memang sekadar ingin singgah saja. Aku tidak tahu ada apa di sana selain Pulau Bunaken. Tidak pernah kudengar sesuatu yang "Wah" tentang Manado yang bisa membuatku penasaran. Dasar memang keberuntunganku. Aku mendapatkan kesempatan ke Manado secara gratis, dibiayai negara lebih tepatnya. Kesempatan itu datang dalam rangka kewajibanku mengikuti kegiatan prajabatan. Ya, aku CPNS saat itu. CPNS di lingkungan Kementerian Keuangan. Dalam draft awal pengumuman pemanggilan, aku dijadwalkan mengikuti prajabatan di Balai Diklat Cimahi. Kegiatan prajabatan dilaksanakan di beberapa kota, salah satunya Manado. Aku mengikuti perkembangan perubahan draft itu. Ada beberapa kali perubahan di daftar nama peserta prajabatan di kota-kota penyelenggara. Hal itu berkaitan dengan beberapa pertimba...

Koki Didit

Laki-laki, ketika ditanya soal hobinya, sebagian besar menjawab olahraga, otomotif, atau musik. Tetapi tidak untuk Didit. Seorang anak laki-laki dari sebuah kampung di selatan Jakarta. Usianya baru 14 tahun. Tengah duduk di bangku kelas 3 SMP. Gusar mamanya yang mengetahui Didit ingin melanjutkan sekolahnya ke SMK jurusan Tata Boga. Mamanya, yang  single parent,  menginginkan Didit masuk ke SMA regular. Yang dianggap lebih universal dan lebih diterima di kalangan industri dan terutama lebih mudah melanjutkan ke jenjang universitas. “Emang apa salahnya sih mah kalo aku mau jadi koki?” tanya Didit kepada mamanya. “Ngapain kamu susah-susah sekolah kalo Cuma mau jadi tukang masak? Mendingan magang aja tuh sama tukang nasi goreng!” jawab mamasambil berkacak pinggang dan menunjuk ke arah luar rumah. “Ih beda mamaaaahh. Koki sama tukang masak biasa tuh beda banget. Tukang masak mah yang penting jadi dan enak di makan. Nah, kalo koki, sebutan kerennya  chef,...

Bumi (tidak) Punya Masa Depan

Hari ini, Senin, 22 April 2013, diperingati Hari Bumi. Hari untuk mengingatkan bahwa kita hidup memerlukan tempat berpijak. Tempat melakukan segala aktivitas: bermain, bekerja, makan, berkeluarga, dan masih banyak lagi. Kita hidup di bumi. Bumilah yang memberikan kita hidup. Kita berhutang budi sangat banyak kepada bumi. Bumi telah memberikan segalanya untuk kita. Air, tanah, udara, dan mineral-mineral penting yang terkandung di dalam perutnya. Bumi memunculkan pepohonan yang menciptakan oksigen dan keteduhan bagi kita. Bisa kita nikmati dan ambil sesuka kita. Bumi begitu baik kepada kita. Mungkin bumilah makhluk yang paling ikhlas di dunia. Bumi begitu pasrah ketika kita mengambil bagian-bagian tubuhnya. Bumi pasrah ketika kita melubangi tubuhnya dan menciptakan lubang-lubang tak beraturan. Bumi pasrah ketika kita menggunduli hutannya. Bumi pasrah ketika kita mencoba mengubah arah aliran sungainya bahkan membelah gunung-gunungnya. Bumi pasrah ketika kita membenamkan beton-...

Suri Wilan

Sore, air laut menyapu pantai. Membawa butiran pasir lalu membawanya pergi lagi. Sepasang kaki putih bersih tenggelam setengah senti di pasir. Kaki milik seorang gadis yang sering dipanggil Suri. Lengkapnya Ifsuri Meilani. Gadis desa, kembang desa, dari keluarga biasa. Cantik mempesona. Rambutnya panjang sebawah pundak, berwarna kecoklatan, keriting agak kusut. Kulitnya tetap putih, mungkin ada garis keturunan China. Tangannya terlipat di depan dadanya. Risau menanti Wilan, kekasihnya. Seorang remaja yang juga dari keluarga biasa. Tidak begitu tampan, hanya saja menjadi pujaan perempuan-perempuan setempat. Dia cerdas, tidak heran jika dia berhasil meraih beasiswa dari sekolah dasar hingga kuliah. Dan sekarang diharuskan berangkat ke Kepulauan Natuna. Beasiswa kuliahnya yang mengharuskannya. Bekerja sebagai teknisi pertambangan minyak dan gas bumi selama 10 tahun. Klausul lain menyebutkan bahwa Wilan tidak diizinkan pulang dan atau menikah dalam jangka waktu 2 tahun pertamanya den...

Menerangi Tambal Ban

Hari ini, Jumat, 8 Maret 2013. Berangkat pagi seperti biasa, pukul 6 pagi. Dengan memboncengi adik bungsu saya yang hendak bersekolah. Saya tancap gas. Masih beberapa puluh meter dari rumah, jalan mulai menanjak. Memang rute setiap hari yang saya lalui. Yang berbeda adalah rasa "membuang" pada ban belakang sehingga motor pun goyang. Tentu saja bukan goyang seperti penyanyi-penyanyi dangdut. Pasti ban belakang bocor, kata saya dalam hati. Kemudian saya berhenti, untuk memastikannya. "Al, liatin bannya, kayaknya bocor deh," kata saya kepada Alfi, adik saya. "Iya mas, bocor," jawab Alfi sambil menunjukkan ban belakang sudah kehabisan udara. "Terus gua gimana, Mas? Udah mau telat ke sekolah ini." "Iye, gua telpon bapak deh." "Ngapain?" "Ya nganterin elu sekola, masa gua suruh nyuci baju?" Segera saya telpon bapak saya dan bapak saya pun segera menyanggupi untuk mengantarkan adik saya sekolah. Bapak saya memang luar b...

Blogiveaway - Another Me

Dikabarin ada lomba tulis-menulis dari http://tom-kuu.blogspot.com (TomKuu - TK). Tertarik. Tapi agak down juga ketika tahu yang dilombakan tulisan yang berbau review  karena saya masih baru dalam dunia tulis-menulis dan kebanyakan tulisan saya adalah isi kepala saya yang tidak me review sesuatu. Lihat-lihat lagi arsip blog yang ternyata baru dimulai bulan Februari tahun ini, ternyata tulisan saya hanya esai biasa dan tulisan saya yang bisa di srempet-srempet in sebagai review hanya saya temukan hanya 3. Saya mencoba membuat tulisan review baru, tapi ternyata kesibukan saya di kantor menghilangkan inspirasi saya untuk me review sesuatu. Mungkin dalam waktu dekat ini belum bisa menambah tulisan lagi. Semoga tulisan-tulisan ini berkenan, walaupun hanya tulisan pemula yang masih belepotan dan masih perlu banyak belajar. Jika tidak berkenan, tulisan ini tidak perlu dimuat, tapi tolong beri saya saran di setiap tulisan saya yang saya ikutkan untuk meningkatkan semangat saya sek...

Kata Orang Kita Beda

kata orang kita beda bagai langit dan bumi tapi bukankah burung dapat menggapai langit? kata orang kita beda bagai hitam dan putih tapi bukankah zebra tampak cantik dan indah? kata orang kita beda bagai pahit dan manis tapi bukankah secangkir kopi memiliki keduanya? kata orang kita beda bagai air dan minyak tapi bukankah sabun dapat melarutkan keduanya? kata orang kita beda tapi tidak ada yang dapat memisahkan kita