Langsung ke konten utama

Postingan

Dikejar Mengejar

secara teori dan kenyataan,  mengejar lebih membutuhkan sedikit energi daripada dikejar.  ketika kita mengejar, kita tidak memerlukan 100% tenaga yang kita miliki  karena kita terbantu dengan semangat dan ambisi untuk meraih yang kita kejar. sedangkan, ketika kita dikejar,  kita harus mengeluarkan 100% tenaga kita agar tidak tertangkap oleh yang mengejar kita,  sementara kita tidak bisa mengeluarkan 100% tenaga kita  karena sebagian tenaga kita sudah habis oleh rasa takut jika tertangkap. untuk itu, mari kita kejar impian kita untuk mengurangi beban dikejar  oleh sisa waktu kita. Bureaucracy can’t stop me from    writing.

"Umurmu berapa sekarang?"

"Umurmu berapa sekarang?" "22." "Udah punya pacar?" "Belum." "Nyari dari sekarang, umur yang ideal buat kawin tuh umur 25 dan berarti itu sebentar lagi kan?" "Iya sih, tapi belum kepikiran." "Nunggu kepikiran? Keburu tua kamu." Percakapan ini pernah aku alami. Tapi entah kapan dan dengan siapa percakapan ini aku lakukan. Aku lebih ingat kepada isi dari percakapan itu. Percakapan yang penuh dengan pertanyaan dan pernyataan yang menamparku. Menyadarkanku kepada sesuatu. Sesuatu yang amat penting dalam hidupku, mungkin juga bagi hampir semua orang: kawin. Kakakku baru saja kawin dengan pacarnya. Mereka pacaran sudah sekitar 4 tahun. Beberapa jam sebelum pesta perkawinannya dimulai, aku sempat berbincang dengan calon abang iparku. "Udah punya pacar belum?" "Belum." "Nanti sepupuku dateng, orangnya yang tingginya se-kamu, putih, langsing, pokoknya cantik deh. Kenal...

Tentang Pilihan

Hidup ini tergantung kita sendiri mau kita buat seperti apa. Setiap saat kita selalu dihadapkan dengan pilihan. Pilihan itu bisa saja lebih dari satu. Yang paling sulit justru jika hanya ada dua pilihan. Apalagi di antara dua pilihan itu kita tidak dapat menentukan pilihan mana yang cenderung lebih menguntungkan. Keduanya sama-sama memiliki hasil perhitungan yang tidak jauh berbeda. Seringkali kita tidak dapat memutuskan hingga pikiran kita terkuras habis hanya untuk menentukan pilihan yang akan kita pilih. Sebenarnya sederhana saja. Kita tidak perlu mempertimbangkan yang baiknya karena kita pasti sudah siap untuk itu. Yang perlu kita pertimbangkan justru yang tidak baiknya karena belum tentu kita dapat mengantisipasinya. Jika hingga tahap ini belum juga dapat kita tentukan, pilih saja salah satu. Secara sembarang pun tidak masalah, asalkan siap akan segala konsekuensinya. Hal seperti itu juga sering saya alami, salah satunya dengan pekerjaan saya. Dalam waktu satu bulan ...

Pulau Belitung Pertamaku

Pulau Belitung, pulau impian yang ingin aku datangi selain Pulau Bali dan Lombok. Tetapi, aku kali ini datang bukan dalam rangka wisata melainkan keterpaksaan tugas negara. Bukan saat dan keadaan yang aku inginkan. Bukan aku tidak senang atau bersyukur, tetapi ini lebih mengarah kepada ketidakidealan kondisi aku ke sini. Berat aku terbang ke salah satu surgaku ini. Kehilangan rasa ketertarikanku seketika. Mungkin juga ini karena aku tahu akan lama tinggal di pulau yang telah dikeruk harta karun timahnya. Bekerja di pulau ini untuk beberapa tahun ke depan bukan waktu yang singkat tentunya. Tak apalah. Aku mungkin berjodoh dengan pulau ini atau bisa jadi dengan salah satu gadis pulau ini. Pesawatku tiba di Bandar Udara H. AS. Hanandjoeddin, Kabupaten Belitung sekitar pukul 7 pagi. Hanya 45 menit perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta. Aku membayangkan pulau yang indah, hijau, mengagumkan. Awalnya dugaanku itu benar. Dari atas pesawat aku lihat pulau yang hijau dengan pepohonan...

cerita bintang, gunung, dan awan

Beribu-ribu bintang di langit Hanya satu yang nampak kelipnya Ia muncul di antara celah rapatnya barisan awan Entah dari mana datangnya awan-awan itu Mungkin dari utara? Atau mungkin dari barat? Ah tidak! Ia datang dari arah gunung Dari gunung?

Berkah 2

Aku baru tertarik membaca dalam beberapa bulan belakangan ini. Aku mulai mencoba membaca buku yang menurutku cukup tebal dengan membelinya sendiri, biasanya aku hanya pinjam dari teman. ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ . Ketika aku ditempatkan kerja di Belitung, di KPP Pratama Tanjung Pandan, aku melihat sebuah buku. Buku yang sebenarnya sudah sering kulihat. Namun, baru belakangan ini aku penasaran dengan isinya. Buku itu berjudul "Berbagi Kisah & Harapan: Berjuang di Tengah Badai". Sebuah buku yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Awalnya ketertarikanku terhadap buku ini biasa saja. Hanya bisa menerka-nerka isinya: kumpulan cerita tentang perjuangan menjadi pegawai pajak. Dan ternyata itu benar. Ketertarikanku bertambah ketika tahu salah satu yang memberi testimoni adalah Asma Nadia, penulis hebat yang diidolakan banyak pembaca. Asma Nadia sudah membaca buku ini. " Buku-buku yang baik dan mencerahkan seperti Berbagi Kisah dan Harapan 2, Berjuang di Tengah Bada...

Manado (1)

Kota Manado, salah satu kota yang ingin aku kunjungi. Bukan karena magnet Bunakennya, melainkan entah apa. Aku pun tidak tahu. Hanya penasaran. Aku bukan traveler. Bukan juga backpacker. Hanya memang sekadar ingin singgah saja. Aku tidak tahu ada apa di sana selain Pulau Bunaken. Tidak pernah kudengar sesuatu yang "Wah" tentang Manado yang bisa membuatku penasaran. Dasar memang keberuntunganku. Aku mendapatkan kesempatan ke Manado secara gratis, dibiayai negara lebih tepatnya. Kesempatan itu datang dalam rangka kewajibanku mengikuti kegiatan prajabatan. Ya, aku CPNS saat itu. CPNS di lingkungan Kementerian Keuangan. Dalam draft awal pengumuman pemanggilan, aku dijadwalkan mengikuti prajabatan di Balai Diklat Cimahi. Kegiatan prajabatan dilaksanakan di beberapa kota, salah satunya Manado. Aku mengikuti perkembangan perubahan draft itu. Ada beberapa kali perubahan di daftar nama peserta prajabatan di kota-kota penyelenggara. Hal itu berkaitan dengan beberapa pertimba...